7 November 2019 kelapa kopyor genjah pati

Kopyor Genjah Mutiara Hijau dari Pati

Kopyor adalah kelainan genetik pada buah kelapa. Ciri kelainan ini adalah “daging buah” yang empuk atau terlepas dari tempurungnya, jumlah air kelapa sedikit, dan aroma yang khas yang berbeda dari daging kelapa biasa.

Buah kelapa kopyor dapat dikenali dengan menggoyang-goyangkan buah ke kiri dan ke kanan, dan akan terdengar bunyi seolah buah kelapa tersebut bukan terisi air tetapi terisi pasir. (Wikipedia)

kelapa kopyor genjah pati
[ sumber gambar Wikipedia]
Ciri fisik yang seperti itu membuat kelapa kopyor dimanfaatkan sebagai campuran es dan bahan baku es krim. Tanaman kelapa unik ini ditemukan di beberapa sentra produksi kelapa di Indonesia. Salah satunya di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Keunggulan populasi kelapa kopyor asal Pati tersebut adalah cepat berbuah (3-4 tahun) sehingga dikategorikan sebagai kelapa kopyor Genjah dan persentase menghasilkan buah kopyor pertandan yang tinggi mencapai 50%.

Melalui kerjasama antara Balai Penelitian Tanaman Palma (BalitPalma) Manado dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pati, pada tahun 2007 tanaman Kelapa Genjah kopyor Pati telah didaftarkan di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PPVT) sebagai calon varietas unggul lokal. Setelah melalui pengamatan selama 3 tahun berturut-turut oleh peneliti BalitPalma, pada tahun 2010 sebanyak tiga varietas kelapa Genjah Kopyor Pati dilepas sebagai varietas unggul lokal dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian.

Keragaman populasi tanaman kelapa Genjah kopyor Pati, tiga populasi unggul lokal dengan nama : Genjah Hijau Kopyor, Genjah Coklat Kopyor, dan Genjah Kuning Kopyor.

Tanaman kelapa kopyor di Kabupaten Pati tersebar di wilayah Pati Utara dengan sentranya di Kecamatan Dukuhseti, Tayu, Margoyoso, Cluwak, Gunungwungkal dan Trangkil. Luas areal tanam total 767,65 Ha dengan luas areal tanaman menghasilkan sebanyak 303,30 Ha, sedangkan potensi lahan masih sangat memungkinkan untuk pengembangan selanjutnya.

kelapa kopyor genjah pati
[sumber gambar : kiswantosp.blogspot.co.id]

Pemuliaan kelapa kopyor dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, secara konvensional, menggunakan benih yang berasal dari tandan yang menghasilkan buah kopyor. Tanaman yang di perbanyak dengan cara ini apabila telah berproduksi dapat menghasilkan 1 – 4 butir/ tandan, tergantung potensi berbuah kopyor pohon induknya.

Kedua, secara in vitro, yaitu menumbuhkan embrio dari buah kopyor pada media tumbuh buatan dalam kondisi aseptik di laboratorium. Tanaman yang dihasilkan dengan cara ini akan menghasilkan tanaman dengan potensi 100% buah kopyor. Tanaman kelapa kopyor yang diperbanyak dengan cara ini telah ditanam di Ciomas (Bogor), Riau dan Kalimantan Timur. (Sumber: Buku Monograf Kelapa Kopyor, Balitka 2007).

Pengembangan Kelapa Kopyor di Kabupaten Pati telah dilakukan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pati melalui kegiatan-kegiatan pengembangan dan optimasi lahan di lokasi-lokasi yang berpotensi.

Beberapa lembaga pemerintah telah melakukan kajian dan penelitian mulai tahun 2000 dari BalitPalma Manado, IPB Bogor, Balitbang Provinsi Jawa Tengah, UMK Kudus, PPKS Medan dan beberapa Perguruan tinggi lain.

Pemerintah Daerah Kabupaten Pati telah membangun Kebun Bibit Kelapa Kopyor di Desa Waturoyo Kecamatan Margoyoso, dengan maksud untuk membuat kebun khusus Kelapa kopyor sebagai kebun yang khusus untuk pengembangan dan pelestarian Kelapa Kopyor sebagai komoditas perkebunan unggulan kabupaten Pati baik dengan bibit lokal maupun bibit hasil kultur embrio, serta sebagai kebun contoh dan tempat penelitian komoditas kelapa kopyor Kabupaten Pati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.